Aku Benci Diriku Sendiri! Tidak Masalah, Teruskan Saja Dulu
Photo by christian ferrer on Unsplash
Ketika bercermin, pernahkah kamu mengatakan “Aku benci diriku sendiri!”?
Aku pernah melakukannya. Aku merasa tidak cukup cakap melakukan pekerjaanku. Aku merasa terlalu gendut, pipiku chubby, dan rambutku mudah rontok.
Hmm…
sejujurnya, sepertinya bukan cuma aku yang melakukan hal serupa. Kita
semua pasti memiliki sedikit kebencian pada diri sendiri dari waktu ke
waktu.
But well,
beberapa mungkin memiliki banyak kebencian, tergantung pada tingkat
trauma yang diderita atau berapa banyak episode drama kehidupan yang
pernah dialami.
Tapi, ini kabar baiknya. Self-hatred
adalah bagian dari kondisi emosional manusia. Tidak ada yang secara
inheren “salah” karena kita tidak menyukai atau merasa malu akan
aspek-aspek yang menempel pada diri kita.
Kita
semua memiliki impian yang hanya benar-benar jadi mimpi, cita-cita yang
gagal diwujudkan, sesuatu yang sangat kita harapkan tapi tidak bisa
kita lakukan, dan banyak hal lainnya.
Kali ini, Riliv
tidak akan merekomendasikan bagaimana cara menekan kebencian terhadap
dirimu sendiri. Hanya saja, aku ingin kamu belajar bagaimana cara
mengelola dan mengendalikannya. Simak baik-baik ya, Dear!
1. Belajar mengatakan tidak pada hal yang kamu benci
Photo by Zan on Unsplash
Kamu pernah menyadari ini?
Semakin
sering kamu mengatakan “aku benci diriku sendiri”, semakin kamu
berusaha menyenangkan dan mengesankan orang lain di sekitarmu setiap
saat.
Padahal,
bisa jadi kamu sebenarnya menilai mereka terlalu tinggi dan kamu
terlalu memikirkannya.
Sehingga secara tidak sadar, sebenarnya kamu
sedang memanipulasi pikiran mereka bahwa kamu bukan yang terbaik.
Sekarang,
kamu tahu bukan, kenapa harus belajar mengatakan tidak? Tidak masalah
kalau standar atau pendapat kalian berbeda. Tidak masalah kalau tidak
lebih baik dalam matematika, tapi bukan berarti kamu tidak baik dalam
segala hal bukan?
Mengatakan tidak adalah hal yang sangat mengagumkan kalau kamu tahu kapan dan bagaimana cara mengatakannya dengan benar.
Katakan tidak pada omong kosong yang tidak penting. Atau ketika mereka mulai melangkahi batas dan menuntut waktu atau perhatianmu secara tidak adil.
Oh,
dan tentu saja, kamu juga harus belajar untuk mengatakan tidak pada
diri sendiri juga. Untuk memastikan, bahwa kamu telah mendisiplinkan dan
menjaga dirimu sendiri.
2. Maafkan orang lain, tapi jangan lupa maafkan dirimu juga
Berapa kali kamu mendengar kalimat ini? Maafkan dulu dirimu sendiri sebelum memaafkan orang lain.
Tapi, berapa kali juga kamu mengabaikannya?
Begini,
memaafkan sama artinya dengan mengenali sesuatu yang menyebalkan, tapi
kamu tetap mencintainya, bisa itu orang lain atau diri sendiri, no matter what.
Kamu
tahu tidak, bahwa kebanyakan orang melakukan hal buruk bukan karena
mereka jahat, hanya saja mereka tidak tahu kalau ada cara yang lebih
baik atau bisa jadi karena mereka merasa dibenarkan, padahal sebenarnya sih salah.
Jadi, ada tugas mulia untukmu, yaitu memaafkan orang lain karena kesalahan mereka.
Dan inilah mengapa berurusan dengan self-hatred sangat penting. Semakin sedikit kamu bisa menerima bagian hidupmu yang tidak kamu sukai, semakin sulit buatmu untuk memaafkan dan melepaskan kesalahan orang lain, dan semakin banyak orang yang akan menghakimimu.
3. Take a nap baby!
Photo by Vladislav Muslakov on Unsplash
Seriously, you look tired! Mungkin kamu juga butuh tidur siang…
4. Gagal itu nggak masalah, take it easy!
Jangan
mencintai dirimu sendiri hanya karena kesuksesan yang kamu dapat, kalau
kamu akan mengatakan “aku benci diriku sendiri” ketika gagal.
Mau tidak mau, kamu juga harus mencintainya juga. Seseorang
yang mencintai dirinya sendiri tidak lagi merasa harus melakukan segala
sesuatu dengan benar atau sempurna, atau langsung sukses pada kali
pertama.
Sebaliknya,
orang yang cukup mencintai dirinya sendiri justru rela menjadi kotor
dan berantakan, karena mereka memahami bahwa dari sinilah pertumbuhan
dan kemajuan sejati berasal.
5. Aku benci diriku sendiri kalau kebanyakan bermain media sosial
Photo by Erik Lucatero on Unsplash
Memang sih media sosial memiliki banyak manfaat penting dan positif. Tapi…
Seperti koin, ada sisi negatifnya juga, Dear! Sudah sering kan kamu membaca hasil riset yang menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial dan tingkat depresi dan bunuh diri?
Hmm agak mengerikan ya… Penyebabnya karena banyak orang yang menganggap orang lain lebih bahagia dan menganggap dirinya sampah.
Oke, mulai sekarang kurang-kurangin waktumu bermain sosmed yah!
6. Kamu tidak perlu berkompetisi dengan orang lain, itu bisa buatmu benci diri sendiri
Dear, percaya deh, sejak lahir ke dunia, Tuhan sudah menitipkan berkah pada dirimu!
Jadi,
kamu nggak perlu khawatir kalau titipan Tuhan untuk orang lain lebih
baik atau tidak. Karena kamupun juga sama istimewanya dengan mereka.
Bagus
sih kalau sedikit persaingan bisa mendorongmu untuk jadi lebih baik.
Namun, kalau kamu terlampau serius menghadapinya, hmm itu bisa jadi
masalah. Itu bisa memicu perasaan iri hati.
7. Aku baru tahu, membandingkan diri dengan orang lain itu ada baiknya
Photo by Kate Kalvach on Unsplash
Menurut sebuah penelitian, membandingkan diri kita dengan orang lain itu sangat penting.
Ini alasannya…
Manusia hidup dalam kelompok sosial besar. Agar tetap berjalan beriringan, kelompok-kelompok ini perlu menyepakati norma perilaku dan berpegang teguh pada hal tersebut.
Nah, itu kenapa ada kalanya penting buat kamu untuk membandingkan diri sendiri dengan orang, untuk memastikan bahwa kamu masih tetap pada jalurnya.
Tapi, kalau kamu melakukannya berlebihan bahaya juga sih, Dear!
Nah, itu dia 7 hal yang Riliv rekomendasikan yang bisa membantumu mengelola dan mengendalikan kebencian terhadap diri sendiri. Ambil sisi baik dari setiap hal ya, Dear! Dan coba deh sharing permasalahanmu bersama kami!
Ditulis oleh Ayu Yuni Afifah - Content Writer at Riliv Story
Komentar
Posting Komentar