Meditasi untuk Baby Blues, Bisakah Membantu?
Photo by Anna Pritchard on Unsplash
Meditasi untuk baby blues, memang penting?
Meditasi untuk baby blues ternyata sangat bermanfaat untuk para ibu lho, Dear.Selain sudah dipraktekkan sejak ratusan tahun yang lalu, meditasi telah terbukti memiliki beragam manfaat kesehatan karena dipercaya bisa membantu mengurangi stres dan lebih rileks.
Lalu, bagaimana untuk ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan?
Kehamilan bisa jadi adalah hal yang dinanti-nantikan dan ini adalah perjalanan indah dalam hidup seseorang, tapi juga penuh kekhawatiran. Faktanya, banyak ibu hamil maupun yang baru melahirkan khawatir apakah bisa menjadi ibu yang baik, apakah bisa begini, bisa begitu.
Hmm…
Nah, itu sebabnya Dear, kenapa mindfulness dan meditasi sangat berguna bagi ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan, karena meditasi selama kehamilan bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan tubuh dan bayi di dalam perut.
Lalu, bagaimana bisa meditasi dan mindfulness membantu ibu menghadapi baby blues?
Photo by Suhyeon Choi on Unsplash
Perjalanan kehamilan tidak berakhir di ruang persalinan, justru setelah proses itulah momen baru dimulai.
Bab baru yang sangat menggembirakan, yang juga disertai dengan bahaya emosional dan kelelahan. Kamu pasti sudah tahu kan 1 dari 7 ibu mengalami baby blues?
Nah, dengan berlatih mindfulness, para ibu bisa melihat kenyataan apa adanya, dengan tenang dan jujur, tanpa bereaksi berlebihan. Cara ini benar-benar bisa membantu ibu menerima setiap peristiwa, emosi, dan pikiran yang muncul, baik itu positif ataupun negatif.
Lalu, bagaimana cara kerjanya?
1. Meditasi membantu ibu untuk menghadapi diri sendiri terelebih dahulu
Latihan meditasi bisa dimulai dengan pemindaian tubuh dan pernapasan secara mindful.
Kamu bisa melakukannya dengan berbaring di lantai, menyadari postur
tubuhmu, dan merasakan setiap sensasi yang tubuhmu rasakan.
Kemudian, kamu bisa fokus pada pernafasan. Sadar akan setiap nafas yang kamu hirup dan hembuskan.
Jangan
khawatir kalau di tengah-tengah meditasi kamu merasa kewalahan oleh
pikiran dan perasaan negatif yang tiba-tiba muncul. Coba lagi dan lagi.
Coba sampai kamu berhasil.
Sampai
pada saatnya kamu akan menyadari bahwa kamu tidak dapat melarikan diri
dari diri sendiri, dan kamu akhirnya merasa perlu menghadapi perasaan,
pikiran, dan ketakutanmu.
Perlahan tapi pasti, kamu bisa menjadi lebih mindful dalam
kehidupan sehari-hari. Kamu bisa mengganti popok si bayi tanpa harus
memikirkan kerjaan di kantor ataupun pekerjaan rumah yang belum kamu
lakukan.
Di malam hari, kamu juga bisa rileks dan tertidur lebih mudah. Di pagi hari, kamu akan bangun dengan lebih segar.
2. Meditasi juga bisa membuatmu menerima setiap momen yang terjadi saat ini
Photo by Aditya Romansa on Unsplash
Dengan berlatih meditasi dan mindfulness, kamu mungkin punya tujuan dan harapan tertentu. Itu tidak masalah, Dear.
Mungkin kamu melakukannya untuk menghilangkan stres dan kecemasan, ingin merasa lebih “terhubung” dengan diri sendiri, ataupun ingin mencapai keadaan tertentu.
Satu hal yang perlu kamu sadari adalah bahwa mindfulness tidak akan bisa menghilangkan pengalaman negatif dari hidupmu.
Tapi, seiring dengan berlalunya waktu, kamu tidak akan lagi kewalahan oleh suara-suara di kepalamu yang mengatakan bahwa kamu gagal dan tidak layak menjadi ibu.
Atau
juga oleh suara tangisan bayimu. Alih-alih menganggapnya sebagai
sesuatu gangguan, kamu akan lebih bersyukur karena tangisan bayimu
adalah tanda bahwa mereka sehat.
3. Merasakan banyak manfaat dari meditasi untuk baby blues
Salah satu manfaat yang akan sangat kamu rasakan adalah dari aspek kehidupan keluarga. Kamu akan lebih bersyukur atas bantuan dan dukungan mereka, dan bagaimana mereka tidak menyerah padamu.
Secara
umum, kamu telah belajar betapa berharganya kehadiran mereka dalam
hidupmu dan kamu sangat menghargainya. Bersama mereka, kamu tidak lagi
merasa terbebani dengan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi di
masa depan.
Dan saat bangun di pagi hari, kamu tidak akan lagi dipenuhi ketakutan-ketakutan yang kamu ciptakan sendiri.
Nah, itu adalah informasi yang bisa Riliv bagikan untuk para ibu di luar sana, tentang bagaimana meditasi dan mindfulness bisa membantu para ibu untuk menghadapi baby blues atau bahkan postpartum depression.
Riliv
mengerti bahwa masa-masa pascapersalinan mungkin akan menjadi bagian
paling sulit dalam hidup. Namun, meski demikian kamu juga harus percaya
bahwa itu adalah fase penting dalam hidup, yang mungkin bisa membantumu
menemukan dirimu seutuhnya, juga menemukan kedamaian batin.
Karena kita telah belajar bahwa pengalaman negatif dan positif akan datang dan pergi, kita tidak bisa menahannya tinggal atau menghapuskannya. Apa yang harus kita lakukan adalah menerima apapun yang mungkin terjadi.
Semangat untuk para ibu! Kalau pengalaman ini sangat berat untukmu, jangan ragu untuk membagikannya dengan orang terdekat atau psikolog ya, Dear!
Referensi:
Ditulis oleh Ayu Yuni Afifah - Content Writer at Riliv Story
Komentar
Posting Komentar